Marketplus – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Pasuruan, (25/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Zafirah Aurelia Budiman, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Nur Aini Rakhmawati, PhD., Baiturrahman, S.Pd., Vivid Sambas ST, MMT., Akhmad Firmannamal, Ph.D. dan Anindito Wisnu Sampurno (KOL).

Dengan jumlah 546 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Nur Aini Rakhmawati, PhD. adalah  bagaimana cara mengedukasi masyarakat yang awam akan literasi digital dan digital skill agar tidak mudah di bohongi dan tidak mudah terhasut?

Nur Aini Rakhmawati menjelaskan, “Sebenarnya apabila kita membayar ke orang untuk proses pembuatan NIB, itu karena kita tidak tahu bahwasannya sekarang proses pendaftaram NIB dapat dilakukan secara online. Dan untuk orang yang memberikan jasa pembuatan NIB tu bukan merupakan oknum bertanggung jawab, dia hanya sebagai membantu bagaimana cara mendaftar. Tapi, yang menjadi permasalahnnya adalah takutnya, apabila kita memberikan data pribadi ke orang yang membuka jasa tersebut, orang tersebut malah menyalahgunakan data diri kita untuk kepentingan tertentu. Oleh karena itu, untuk menghemat pengeluaran, dan juga menjaga keamanan, diperlukannya adanya literasi digital terutama digital skill, yang dimana akhirnya kita mendapatkan pengetahuan-pengetahuan dan insight-insight baru”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.