Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Sidoarjo, (25/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Salma Nafi’ aturrofi’ah, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Arief Budiono S.T,M.M, Yonathan Toar Sangari, S.I.Kom, Martin Anugrah, Elly Nurul dan Bagoes Kresnawan.

Dengan jumlah 630 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Martin Anugrah adalah banyak hal yang sering saya temui dalam etika bermain sosial media termasuk “hate comment” menyerang beberapa micro-influencer yg memiliki konten inspiratif/positif. Sedangkan banyak beberapa oknum provokasi di media sosial yang  memiliki konten negatif justru didukung dan disukai oleh netizen. Lantas bagaimana cara menanggapi hal tersebut?

Martin Anugrah menerangkan, “Saya anggap pertanyaannya dari kacamata content creator ya. Konten negative laku? Cerita sedikit tentang Cameo, tahun 2008 PH berdiri, tahun 2012 masuk YouTube bikin konten. Kalau kita buat angka jadi tolok ukur ya stress karena sekarang banyak yang viewers dan subsribersnya lebih gede dari Cameo meskipun mereka masih baru. Sekecil apapun jumlah angkanya, yang penting kita pernah merasakan ngasih dampak besar pada viewers. Contoh soal politik, kita bikin lagu fun untuk edukasi bahaya golput, kita bukan hanya viral tapi juga mempengaruhi penonton yang awalnya skeptic dan gamau kenal dan maunya golput, jadinya tidak golput. Jadi yang penting adalah apa yang didapat oleh viewers, ayo konsisten memberikan dampak positif. Cameo pernah diminta datang ke Kazakhstan untuk share tentang apa yang kita lakukan di Indonesia.  Isinya ada perwakilan PBB, orang politik dan berpengaruh, dan amazingnya mereka akan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Cameo”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.