Marketplus.id – Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi yang kian pesat, orang menjadi semakin mudah mencari segala macam informasi dan berita. Namun di saat yang sama, berita bohong atau hoaks juga dapat menyebar ke khalayak ramai dengan kemudahan dan kecepatan yang sama.

“Derasnya arus informasi juga harus dibarengi dengan kuatnya menyaring dan mengecek fakta dari informasi yang beredar atau fact checking. Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat sibuk bagi para pengecek fakta karena adanya pandemi Covid-19 dan juga pemilu di seluruh dunia,” ungkap Ulya Anisatur, Relawan TIK Jember, saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (25/8/2021).

Ia menerangkan, informasi hoaks yang tersebar di dunia maya beragam bentuknya, salah satunya berupa artikel yang bisa meyakini setiap pembacanya. “Kita pun harus terliti ketika mendapati artikel berita dan tidak mudah percaya, agar tidak menjadi korban informasi hoaks,” paparnya.

Ini cara mendeteksi artikel hoaks:

  • Pastikan sumber berita

Pertimbangkan bagaimana menemukan artikel ini. Apakah itu muncul di umpan berita media sosial, atau di situs yang dikenal dengan “clickbait,” mengacu pada judul yang telah dibesar-besarkan dengan tujuan menarik perhatian pembaca atau pemirsa. Anda juga dapat memeriksa siapa yang telah menulis berita dan kredensial mereka. Bisa jadi bendera merah jika sumber beritanya tidak jelas.

  • Perhatikan waktu penayangan

Perhatikan tanggal berita, ini mungkin tidak up to date dan mungkin tidak relevan dengan peristiwa terkini. Terkadang, media sosial dan outlet berita juga mengambil berita lama dan mengeluarkannya dari konteks. Seringkali situs media sosial menempatkan cerita yang sudah ketinggalan zaman.

  • Cari tahu arah berita

Jika berita tampak seolah-olah ditulis dengan semacam bias atau opini yang menyertainya, mungkin itu bukan sumber berita yang dapat dipercaya.

  • Perhatikan siapa sedang menyebar berita

Jika Anda melihat sesuatu di linimasa, Anda dapat menyalin dan mencarinya di Google News untuk melihat situs berita lain juga menjalankan berita tersebut. Semakin banyak situs berita melaporkan berita yang sama, semakin dapat dipercaya.

  • Periksa di situs pemeriksa fakta

Situs-situs seperti factscan.ca, Jaringan Pemeriksa Fakta Internasional (IFCN), PolitiFact.com, Hoax Slayer, atau Snopes.com semuanya memeriksa apakah sebuah berita itu nyata atau palsu. Anda tidak hanya dapat mengetahui apakah sebuah cerita itu benar atau tidak, tetapi situs-situs ini sering kali melakukan penelitian, sehingga dapat mengetahui keseluruhan cerita.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (25/8/2021) juga menghadirkan pembicara Muhammad Miftahun Nadzir (Dosen Entrepreneur Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Khanti Paramita (Owner of Khantis Beauty and Academy), Lucia Palupi (Professional Singer & Director of @odydivecenter), dan Winda Ribka sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.