Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Pacitan, (3/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Salma Nafi’aturrofiah, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Dr. Sri Pamungkas, M.Hum, Retno Aulia Vinarti, M. Alvin Nur Choironi, Rita Nurlita, dan Erbe Sentanu.

Dengan jumlah 697 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Rita Nurlita adalah “Saat ini banyak netizen yang membuat hal-hal negative dan kontroversial sehingga Viral dan menjadi dikenal oleh masyarakat. Mereka lalu di bully ramai-ramai. Banyak juga yang asal menyebarkan konten hoax. Mengapa orang mudah menyebarkan berita hoax ? Bagaimana tanggapan ibu terkaot hal tersebut ? Bagaimana cara kira mengenali berita hoax ?

Rita Nurlita menjelaskan, Kenapa marak sekali hoax? Kenapa mudah menyebar hoax?

Ada beberapa hal yang menjadi trigger;

  1. Tidak mau ketinggalan dan ingin selalu terlihat terdepan, paling update
  2. Efek dari filter bubble, sudut pandang dan wawasannya terbatas

Cara mengatasi; dari dalam diri seperti kata Pak Erbe, kita bisa merasakan, apakah informasi tersebut “enak” atau “tidak enak”? Secara teknis bisa cek dan ricek, tabayyun, cek website resmi, jangan mudah percaya hal-hal bombastis yang minta disebar.

“Kita sudah tiba di era digital yang  menawarkan banyak peluang dan kesempatan, tapi jangan lupa ada ancaman yang harus kita waspadai. Kenali, amankan diri kita dan sekitar kita. Pelajari dan pahami sedikit demi sedikit sehingga kita bisa memanfaatkan toold digital dan menyebarkan manfaat dari internet,” ungkapnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.