Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Lamongan, (4/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Riska Regita, S.E, CPS, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Anjani Amitya Kirana, BES, Deny Aditya Susanto, Khelmy K. Pribadi, M. Si, Asep Kambali, S.Pd., M.I.K dan Jawwadurrohman (KOL).

Dengan jumlah 2182 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Khelmy K. Pribadi, M.Si adalah Apakah teknologi modern/media sosial ini berdampak buruk bagi banyak penggunanya jika berdampak buruk bagaimana cara mengatsinya dan cara memanfaatkan dengan baik?.

Khelmy K. Pribadi menjelaskan, “Media sosial adalah produk manusia modern, jika ditanya apakah akan berdampak baik atau buruk bagi kita itu semua akan kembali pada bagaiamana cara kita mengelola media sosial tersebut. Jika kita mnggunakan media sosial sebagai alat, maka kita lah yang memegang kendali namun jika tidak, maka hal ini akan membawa dampak yang sebaliknya. Untuk mengatasi hal ini, kita harus bisa menanamkan dan mengasah 4 pilar literasi digital dengan baik”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.