Marketplus.id – Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini menjadi faktor sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka membangun peradaban bangsa melalui pendidikan lebih bermutu.

“Satu syarat utama dunia pendidikan dapat mencapai kemajuan itu, yakni harus bisa beradaptasi pada perubahan yang ditandai sikap terbuka dengan teknologi,” kata Mohammad Lutfi, Guru UPT SDN 03 Ngrendeng, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Selasa (7/9/2021).

Ia menambahkan, terbuka dengan teknologi akan memberikan kesempatan belajar lebih banyak dan menemukan hal baru yang pada ujungnya memicu lahirnya inovasi untuk kemajuan bangsa. Wawasan kebangsaan peserta didik pun akan semakin diperkuat ketika mereka dibekali dengan nilai-nilai kebangsaan apa yang seharusnya dieksplorasi, dimaknai, dan disebarluaskan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.

“Guru maupun siswa pun bebas mengakses sumber informasi non-formal di luar bahan ajar baku untuk meningkatkan wawasannya, semisal dari podcast atau video dokumenter,” tuturnya.

Lanjutnya, pendidik juga peserta didik untuk tidak memandang remeh kekuatan media sosial sebagai sarana pembelajaran di era digital ini. “Sebab dari media sosial, kita pun bisa belajar tentang berbagai perspektif baru nilai-nilai kebangsaan dari berbagai peristiwa. Termasuk belajar membedakan mana informasi valid dan mana hoaks,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pendidikan di era new normal yang sudah berlangsung tentu telah membawa banyak perubahan yang tak bisa ditolak lagi. Di level ini fase kematangan sebuah proses pendidikan yang membentuk karakter kuat anak didik jadi pertaruhan.

“Khususnya pada proses integrasi teknologi digital dalam proses belajar mengajar, meski teknologi digital sudah sering digunakan dalam dunia pendidikan sebelum pandemi terjadi, hanya tidak semasif hari ini,” terangnya.

Nilai-nilai Pancasila juga diharapkan tertanam dalam proses pendidikan di masa pandemi ini. Khususnya untuk meningkatkan kepedulian, antara generasi milenial terhadap sesamanya. Kemajuan digital jangan sampai meninggalkan nilai-nilai dasar kebangsaan seperti tertuang dalam Pancasila.

“Mana yang bisa jadi teladan dan tidak, harus benar-benar dipilah. Kita dituntut cermat di era new normal ini dalam pemanfaatan teknologi,” tuturnya.

Ia mengungkapkan kecintaan dan kampanye nasionalisme bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja dalam era digital ini. Contohnya, dalam setiap kesempatan menyambangi luar negeri, semangat cinta Tanah Air bisa dilakukan dari hal-hal sederhana, lalu dibagikan di media sosial sebagai bagian dari kampanye kecintaan atas Indonesia itu.

“Misalnya suatu waktu ada sebuah acara di luar negeri, kita bisa kenakan batik dan masyarakat di negeri itu menjadi tahu ada produk batik luar biasa di Indonesia dengan beragam jenisnya,” jelasnya.

Menurutnya, dalam media sosial, tak perlu ragu berapa pun pengikut yang dimiliki untuk menggemakan nasionalisme. Sekecil apa pun dukungan atas nasionalisme itu, jika sudah diunggah ke media sosial maka siapa pun di belahan dunia ini bisa melihatnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Selasa (7/9/2021) juga menghadirkan pembicara Stefany Anggriani (Profesional Make Up Artist), Indriyatno Banyumurti (Program Manager ICT Watch), Oktavian Jasmin (COO of PT Mandala Prima Makmur), dan Ribka Dhenok Setyasumarga (Content Creator & Makeup Entusiast) sebagai Key Opinion Leader.