Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kota Surabaya, (8/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Riska Regita, S.E., CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Dr. Merry Fridha Tripalupi, M.Si., Chusnur Ismiati, S.H., M.M., Vivid Sambas ST., MMT., B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria, MBA., MM., dan Farras Ardiana.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Cegah Kecanduan Gadget di Tengah Pembelajaran dan Pekerjaan Digital dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 947 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Dr. Merry Fridha Tripalupi, M.Si. adalah, usia berapakah idealnya anak diajarkan browsing via Google/Youtube, terutama yang penggunaannya sebagai media belajar/riset, padahal Google/Youtube kan ada syarat usia penggunanya?

Merry Fridha Tripalupi menerangkan, “Para ahli telah sepakat bahwa kita mengenalkan gadget jangan diusia yang terlalu dini. Ada penelitian dari aplikasi anak di usia 2-3 tahun ke bawah belum perlu untuk menggunakan gadget, karena bisa menyebabakan penundaan kemampuan untuk berbahasa. Jika untuk mengenalkan saja tidak masalah, dan harus diberikan jadwal dan waktu yang tepat”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.