Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Jember, (8/9).

Acara dipimpin oleh Lilies Roslina, S.Sos, MM., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Raudlatul Jannah, S.Sos, M.Si., Dhebora Krisnowati, S.Pd, M,Pd., M. Alvin Nur Choironi, Tio Prasetyo Utomo,  dan Erbe Sentanu (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Cegah Kecanduan Gadget Di Tengah Pembelajaran Dan Pekerjaan Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1.101 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Dhebora Krisnowati, S.Pd, M.Pd adalah strategi apa yang perlu dilakukan dalam mempertanyakan budaya setiap wilayahnya melalui konten-konten creator yang baik dan bersifat positif. Dan bagaimana kita mempraktekan serta memanfaatkan pentas digital di masa pandemi Covid-19 saat ini?

Dhebora Kresnowati menjelaskan, “Digital itu adalah benda mati, sedangkan budaya itu hasil olah karya manusia oleh karenanya budaya itu hidup dalam kehidupan manusia. Hasilnya kita harus tetap memiliki wawasan budaya, kebangsaan yang senantiasa berkembang. Wawasan yang berlogika. Digitalisasi itu tidak bisa kita tolak. Dimasa pandemi ini dimana aktifitas kita sangat terbatas, bagaimana caranya kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat dan bisa melakukan hal berarti untuk masyarakat. Strateginya yang telah dilakukan adalah pendataan, ada penelitian, ada juga revitalisasi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251

kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.