Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Malang, (13/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Diyah Wahyuningtyas, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Jacob Win,Pipit Anggraeni, M. Alvin Nur Choironi, Bagaskoro S.KOM, MM dan A. Ridha Ardhillah, SH.

Dengan jumlah 1473 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Royyan Roihkan  adalah apakah kita sebagai pelajar itu penting untuk merespon hoax? karna kita tahu, jika kita merespon hoax yang banyak sekali beredaran artinya banyak sekali waktu kita yang berkurang.

Royyan Roihkan mengatakan “Sangat penting ya, di sini merespons maksudnya bukan beradu argumen di kolom komentar cara meresponsnya dengan mencari kebenaran dari berita hoaks tersebut dan sebisa mungkin menyetop penyebaran berita tersebut dengan pendekatan. Jika ada kegaduhan di medsos, mending dijapri saja orang yang kita kenal untuk mengingatkan. Kita sebagai pelajar bisa memulainya dari diri kita untuk memotong rumput hoax itu”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.