Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Bojonegoro, (13/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Riska Regita, S.E, CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Khoirun Nafa, Munif Chatib, Mira N Sahid, S.Pd, Tio Utomo dan Danin Sibilo (KOL).

Dengan jumlah 534 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Khairun Nafa adalah Bagaimana mengoptimalkan efesiensi skill agar bisa survive di masa pandemic ini? Apa ada aplikasi tambahan juga untuk memaksimalkan konten kita? Atau mungkin ada strategi lain?

Khairun Nafa mengatakan, “Kita harus bisa memahami semua aplikasi yang ada di handphone kita. Beberapa konten YouTube bahkan menampilkan beberapa kolasi video –video dari aplikasi lain seperti TikTok. Bahkan beberapa video YouTube yang minim dilihat oleh orang lain, jika kita coba alihkan platform unggahannya ke TikTok maka akan memembuka kesempatan baru untuk memperoleh viewers yang lebih banyak lagi. Kemudian, cobalah untuk menggunakan thumbnail yang menarik dan judul yang sedang trend di YouTube atau sosial media lainnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.