Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kota Surabaya, (13/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Iman Dwihartanto, CPS®., Cht., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc., Tri Eko Sulistiowati, M.Pd.I., Dr. © Havid Han, M.M., Akhmad Firmannamal, Ph.D., dan Ismaya Dwi Agustina.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Mengekspresikan Diri yang Baik di Media Sosial dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1048 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc. adalah, terkait menu pengaman autentikasi dua faktor, dengan kita menerapkan atau menggunakan menu tersebut, apakah media sosial kita sudah lebih baik atau lebih aman? Apakah harus tetap di dukung atau ditunjang dengan menu pengaman yang lain, ataukah perubahan password secara berkala juga ikut mendukung keamanan media sosial kita?

Andre Parvian Aristio memaparkan, “2FA itu memang satu diantara cara untuk mengamankan akun kita. Kalau kita mau aman, itu biasanya berbanding terbalik dengan kenyamanan. Analoginya rumah yang dilengkapi dengan berbagai kunci pintu di mana-mana, supaya aman. Tentang pengamanan berlapis tadi, tentu relatif lebih aman. Tentang tambahan pengamanan lain, yang jika dirasa perlu bisa ditambahkan. Kita harus pro-aktif mengamankan data pribadi kita. Unggahlah yang perlu saja. Memang pengaman tidak hanya dipercayakan ke pihak ketiga. Sistem di dunia ini tidak ada yang benar-benar dijamin aman. Kita yang harus mengamankan diri kita”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.