Marketplus.id – Generasi milenial diharapkan dapat lebih bisa melahirkan hal-hal yang positif dan bisa menata nilai-nilai sosial yang selama ini ada di tengah masyarakat. Milenial jangan sampai dicap sebagai generasi penyubur berita bohong atau hoaks.

“Milenial jangan berdiam diri harus membangun sebuah hal positif. Dalam posisi perpolitikan hari ini juga menghasilkan sebuah tantangan, yakni melawan hoaks,” kata Muzanni, Ketua satu GP Ansor Kabupaten Sumenep, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (20/9/2021).

Ia menjelaskan, saat ini semua masyarakat Milenial sudah berpikir ke gagasan masyarakat hingga ke tingkat 5.0. Yakni bagaimana membangun sumber daya manusia yang lebih produktif dan optimal.

Pada masa Orde Baru, hal-hal positif yang patut dicontoh, misalnya keberhasilan membawa Indonesia masuk kepada industri pembuatan pesawat terbang. Padahal, ketika itu tingkatan masyarakatnya baru pada tahap 3.0.

“Masyarakat yang hidup di 2.0 dan 3.0 hidup di masa orde baru. Di orde milineal seperti sekarang ini harus menjadikan Indonesia lebih visioner menyambut tahun 2045,” ujarnya.

Menurutnya, berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, orde milenial tidak hanya eksis di dunia nyata, tapi juga di dunia Maya. Karena itu, dibutuhkan persiapan yang lebih dari generasi Milenial untuk menghadapi tantangan zaman.

“Hoaks lahir dan muncul di Milenial di tengah perkembangan teknologi. Semua orang bisa membuat media, manipulasi fakta, dan memunculkan ruang publik. Kita harus membijaki diri kita sendiri,” ucapnya.

Jika pada saat seperti sekarang ini generasi milenial malah turut memproduksi dan menyebarkan kabar bohong, maka generasi selanjutnya justru akan menyalahkan generasi sekarang ini sebagai generasi hoaks.

“Jika terjadi, maka jangan salahkan jika masa Milenial sekarang ini kedepannya disebut generasi hoak. Karena itu, generasi Milenial jangan hanya sibuk sendiri, tapi juga harus mulai menata nilai-nilai sosial,” ungkapnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (20/9/2021) juga menghadirkan pembicara Hafiz Al Asad Founder & CEO Hotel Pesantren (HOPES), Dhoqi Dofiri (Founder Dolovis), Moh. Syauqi Fath (Penggiat Media Sosial), dan Rinanti Adya Putri (Operations Executive at ZALORA Group) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.