Markeptlus.id – Sebagai salah satu pengguna internet dan smartphone terbesar di dunia, Indonesia tak luput dari sasaran kejahatan berbasis teknologi atau cybercrime. Pada tahun 2018, Indonesia bahkan masuk peringkat ke-9 dari 157 negara yang terdeteksi banyak mendapat serangan kejahatan siber.

Hal itu dikatakan, Taufik Aulia, Content Creator & Senior Product Manager at Kompas Gramedia Group, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (22/9/2021).

Lanjutnya, seiring dengan perkembangan teknologi digital, kejahatan siber yang bermotif finansial banyak menargetkan pada aplikasi e-commerce, investasi, dan sistem pemprosesan data keuangan online. “Ancaman kejahatan siber sektor finansial menjadi paling berbahaya karena dampaknya langsung mengakibatkan kerugian finansial bagi para korban,” ujarnya.

Oleh karena penting setiap pengguna internet dan smartphone mengetahui cara menjaga keamanan akun dan perangkat smartphone. Berikut cara mencegah kejahatan siber dengan keamanan digital pribadi, seperti:

  • Keamanan email

Sekarang ini, email menjadi hal yang wajib dimiliki setiap pengguna smartphone. Tidak hanya untuk keperluan mengirim dan menerima pesan tetapi juga berguna sebagai penghubung dengan berbagai aplikasi, termasuk aplikasi e-commerce, investasi dan perbankan. Jadi, jangan heran kalau email kerap menjadi sasaran utama para hacker dan tindakan cybercrime.

  • Keamanan akun media sosial

Orang-orang semakin gemar menggunakan media sosial sebagai media komunikasi dan berekspresi. Namun tanpa disadari kita telah membagikan informasi tentang teman, keluarga, dan kontak kita yang bisa dilihat siapa saja. Informasi ini dapat digunakan oleh pihak tak bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya rekayasa sosial.

  • Sim swap fraud

Sim Swap Fraud merupakan tindakan menduplikasi SIM Card seseorang ke SIM Card baru, untuk memperoleh data-data penting korban, terutama data perbankan. Waspada apabila ada telepon atau SMS permintaan untuk mematikan ponsel sementara, mengetikkan suatu kode khusus di ponsel, atau menanyakan data-data pribadi. Segera hubungi operator seluler apabila layanan komunikasi ponsel tiba-tiba tidak berfungsi, seperti tidak dapat melakukan dan menerima panggilan atau SMS. Jangan mempublikasikan nomor ponsel di media sosial. Gunakan nomor yang berbeda untuk aktivitas perbankan.

  • Keamanan smartphone

Kecanggihan smartphone telah membuat hidup jauh lebih mudah dan praktis. Karena dapat melakukan transaksi perbankan cukup dengan aplikasi mobile banking. Namun smartphone juga dapat melacak identitas kita, lokasi di mana kita berada, dan informasi tentang teman, keluarga, dan kontak. Ini dapat membuat kita dan perangkat menjadi target utama peretas.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (22/9/2021) juga menghadirkan pembicara Lucia Palupi (Digital Content Creator), Selamet (Wakil Ketua Relawan TIK Jawa Timur & Kabid Program & APTIKA), Made Sudaryani (HARI Consultant & Practitioner), dan Isnaini Arsyad sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.