Marketplus.id – Generasi milenial dikenal sebagai pribadi yang terbuka dengan hal baru, efektif, efisien, dan juga dekat dengan perkembangan teknologi. Hal ini pula yang membuat beberapa perusahaan mengembangkan teknologi perbankan atau transaksi keuangan. Salah satu pengembangan teknologi di bidang ekonomi adalah munculnya dompet digital.

Hal itu dijelaskan, Lintang Pandu Pratiwi, Ilustrator Bobo sebagai Key Opinion Leader, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (22/9/2021).

Dompet digital adalah software yang digunakan untuk menyimpan rekening bank, alamat, identitas diri seseorang untuk melakukan pembayaran otomatis saat pembelian di internet. Di Indonesia sudah banyak aplikasi yang berlabelkan dompet digital seperti Dana, OVO, GrabPay, GoPay, dan sebagainya. Masing-masing aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Ia mengatakan, dompet digital sebenarnya bisa membantumu mengetahui transaksi keuangan yang sudah dilakukan ataupun mengatur laju keuangan. “Seringkali kita ketinggalan dompet, entah di rumah atau di kantor, tentu merasa terbantu dengan kehadiran dompet digital ini,” paparnya.

Jika dompet digital ini tidak digunakan secara cerdas, boros menjadi salah satu tantangannya. “Dompet digital ini merupakan hal baru yang dirasakan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali generasi milenial,” katanya.

Ini beberapa cara agar nyaman memakai dompet digital, seperti:

  • Pilih aplikasi dompet digital dan instal di gadget

Memilih aplikasi dompet digital ini bisa sangat tricky. Pasalnya, masing-masing aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangan yang beragam. Bahkan, beberapa aplikasi memiliki fitur scanner untuk mengelola tiket ataupun kupon yang sudah dibeli.

  • Sambungkan kartu pembayaran dengan dompet digital

Pada dompet digital, kamu akan diminta informasi pembayaran seperti alamat pengiriman, billing, sampai metode pembayaran. Pada metode pembayaran dicantumkan nomor kartu kredit dan debit, tanggal kadaluwarsa, dan kode keamanan. Bahkan, ada juga yang menambahkan informasi biometrik sebagai tambahan fitur keamanan. Pastikan smartphone memiliki ketentuan yang diminta aplikasi dompet digital yang dipilih. Beberapa dompet digital memiliki teknologi untuk melakukan pembayaran dengan sekali tekan. Teknologi ini membutuhkan Near Field Communication (NFC) agar bisa dilakukan sekali tekan. Akan tetapi, tidak semua gadget atau ponsel memiliki teknologi ini.

  • Mencari tahu merchant sebanyak-banyaknya

Tips selanjutnya adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya merchant mana saja yang sudah bisa diakses dompet digital pilihanmu. Memang sudah banyak yang menggunakan dompet digital, bahkan bisa dikatakan sudah umum, tetapi tidak semua merchant atau bahkan situs belanja bisa membayar menggunakan dompet digital. Untuk itu, perlu mencari tahu agar kegiatan belanja atau transaksi keuangan semakin cepat, mudah, dan aman.

  • Memonitor saldo yang dimiliki

Salah satu fitur dompet digital yang bisa dimiliki adalah melacak transaksi, memonitor pembayaran, sampai menemukan hal yang kurang tepat dalam tagihan. Kamu pun bisa mengontrol transaksi keuangan dengan adanya fitur ini. Akan tetapi, tidak semua dompet digital memiliki fitur ini. Pastikan dompet digital yang kamu pilih memilikinya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (22/9/2021) juga menghadirkan pembicara Siswo Handoyo (Founder Jurnalfaktualnews.com), Ervita (Sosial Media Specialist PT Pos Indonesia), Aryo H. Ntowijoyo (Founder and CEO Sajiwa.id), dan I Nengah Suka Arta (Staf Humas Hindu Kamwil Kementerian Agama Jawa Timur).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.