Marketplus.id – Berperilaku sopan kini juga harus dilakukan oleh masyarakat Indonesia saat berada di ruang digital. Saat menjadi warganet, masyarakat juga harus beradab karena di dalam dunia digital ini juga terdiri dari manusia sama seperti di kehidupan sehari-hari. Bahkan lebih banyak dan dari berbagai latar belakang karena berasal dari seluruh dunia.

Ugan Nugraha Relawan TIK Jawa Barat membagikan kiat-kiat menjadi warga net yang sopan. Dimulai dari harus memahami dahulu tipe media sosial. Mana media sosial yang lebih interaktif dan personal. Bagaimana berkomunikasi yang sopan di media sosial yang interaktif harus menjaga perasaan orang karena itu lebih banyak dilihat oleh banyak orang.

“Untuk media sosial yang lebih personal juga memiliki etika kesopanan sendiri. Misalnya saat ingin mengirim epsan di WhatsApp dengan orang yang baru pertama kita kenal kita harus mengenalkan diri terlebih dahulu. Kita juga harus tahu waktu kapan kita chatting dan aturan-aturan lain soal media sosial untuk lebih personal ini,” ungkapnya saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (24/9/2021).

Dia menambahkan, chatting secara langsung dan di grup juga berbeda aturannya. Ada etika ketika kita sedang berada dengan banyak orang dalam satu grup WhatsApp, bagaimana kita menghormati semuanya tidak membahas di luar tema grup tersebut dan yang paling penting jangan memancing keributan. Kiat menjadi warga net yang sopan lainnya adalah kita harus menjadi warga net yang anti hoaks.

“Caranya dengan selalu waspada dengan judul yang provokatif, ketika membaca judul yang provokatif jangan langsung terbawa emosi lalu percaya begitu saja. Kita wajib untuk mencari kebenarannya di di media massa terpercaya,” jelasnya.

Jika memang ingin membagikan informasi yang datang pastikan kebenarannya narasumbernya, foto atau video dan tentunya apakah informasi ini memang penting untuk dibagikan. Sebab sebenarnya tidak semua informasi walaupun benar dan sesuai fakta itu layak untuk dibagikan.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (24/9/2021) juga menghadirkan pembicara Febriyanti Kristiani (founder @vitaminmonster), Erlangga Setu (praktisi bisnis digital), Eunike Iona Saptanti (Trainer &Educator) dan dr. Maichel Kainawa sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.