Marketplus.id – Media sosial dalam jaringan (daring) seperti Facebook maupun Instagram dapat digunakan sebagai cermin kepribadian. Hal itu dikatakan, Rita Hidayati, Praktisi Komunikasi & Editor Jatengpos.co.id, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (24/9/2021).

“Profil kepribadian seseorang bisa dilihat dari perilaku di Facebook, Instagram maupun media sosial lainnya sehingga media sosial tersebut bisa dipakai sebagai cermin kepribadian seseorang,” ungkapnya.

Menurut Rita, misalnya orang yang suka mengekspresikan emosi dan ekspresi yang berlebihan atau dianggap sebagai neuroticism, cenderung sering curhat di media sosial.

Lanjutnya, alat ukur kepribadian dapat dikorelasikan dengan beberapa kategori dari penggunaan media sosial.

“Kategori yang dapat diteliti misalnya status, komentar, video, pandangan agama dan politik, informasi pendidikan dan pekerjaan, serta nama pengguna,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang diucapkan seseorang dalam media daring kadang tidak sesuai dengan pandangan orang lain terhadap diri orang tersebut. Hal tersebut, terjadi karena pengguna media sosial dapat menampilkan real self maupun ideal self.

“Tantangan di ruang digital semakin besar, konten-konten negatif terus bermunculan dan kejahatan di ruang digital terus meningkat. Menjadi kewajiban kita bersama untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat melalui literasi digital,” ujar Presiden Joko Widodo saat membuka program literasi digital nasional.

Presiden pun mencontohkan konten-konten negatif yang marak muncul di ruang digital, seperti hoaks, penipuan daring, perjudian daring, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, hingga radikalisme berbasis digital. Hal-hal itu perlu diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dengan literasi digital kita minimalkan konten negatif dan membanjiri ruang digital dengan konten positif,” ujarnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (24/9/2021) juga menghadirkan pembicara Ayrton Edoardo Aryaprabawa (Founder & Director Crevolutionz), Rahmat Ika Pakih (Owner Anita Souvenir), Moch Sofi Asrifin,S.Kom (Praktisi IT – Relawan TIK), dan Sukma Ningrum (Content Creator) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.