Marketplus.id – Digitalisasi kini telah merambah di hampir semua sektor industri tak terkecuali pariwisata. Tak heran jika kini promosi pariwisata secara massif dilakukan via media sosial dengan menggunakan lintas platform. Beberapa platform yang digunakan yaitu Instagram, Twitter hingga mengunggah video di YouTube.

Fita Okta Fiana (Duta Wisata Bondowoso 2019) sebagai Key Opinion Leader mengatakan, promosi pariwisata via media sosial untuk menyasar milenial traveler. Cara tersebut cukup efektif sebab generasi milenial kini seolah tak bisa lepas dari media sosial.

“Saya kira sangat efektif. Karena banyak anak-anak muda suka foto, lalu upload. Ini juga salah satu cara yang cepat dan murah,” ungkap Fita, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (30/9/2021).

Menurutnya, promosi pariwisata lewat media sosial berperan sebagai teaser tentang sebuah destinasi wisata. Teaser ini diharapkan akan menarik rasa penasaran milenial traveler hingga membuat mereka berkunjung ke sana.

“Destinasi wisata seperti Labuan Bajo, Danau Toba, dan Borobudur sejatinya sudah memiliki atraksi yang sangat baik sehingga peran promosi via media sosial hanyalah sebatas teaser untuk memperkenalkan kembali destinasi tersebut. Selain itu, promosi lewat media sosial juga berperan sebagai pelengkap promosi offline,” ujarnya.

Promosi online, bentuk konkrit yan dilakukan dengan menggandeng vlogger dan blogger. Alih-alih berkolaborasi dengan vlogger ternama. Seperti contoh, Kemenparekraf sempat bekerja sama dengan sebuah universitas di Malaysia, vlogger tersebut difasilitasi Kemenparekraf untuk datang dan merasakan langsung destinasi wisata di Indonesia. Hasilnya, para vlogger milenial ini kemudian membuat video-video berisi informasi tentang destinasi wisata tersebut.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (30/9/2021) juga menghadirkan pembicara Diding Adi Parwoto (Praktisi IT & Ketua LPM IAI Uluwiyah Mojokerto), Pinctada Pamungkas (Dosen S1 Teknologi Hasil Pertanian Institut Teknologi dan Sains Nahdatul Ulama Pasuruan), Amidatus Sholihat (Wakil Rektor III ITSNU Pasuraun), dan Melvi Kartikasari (Dosen STIKI Malang).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.