Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Probolinggo, (4/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Muhamad Ridho, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Jacob Win, Devita Restu Anggraeni, M. Alvin Nur Choironi, Rita Nurlita, S.Sos., M.I.Kom. dan Praseno Nugroho.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Melawan Stigma WFH dan SFH” dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 229 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Jacob Win adalah “Sebenarnya banyak sekali permasalahan yang dialami diluar teknis untuk optimal dalam WFH dan SFH. Seperti banyaknya distraksi di rumah sehingga menurunkan performa baik WFH atau SFH. Bekerja/bersekolah di rumah memang terasa nyaman, tapi banyak hal yang bisa jadi distraksi hingga mengganggu konsentrasi. Seperti notifikasi ponsel, keributan di sekitar rumah, atau panggilan dari orangtua. Memang sepele sih, tapi bisa membuat pekerjaan selesai dalam waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan performa di kantor. Bagaimana menyelesaikan dan menangani distraksi ini?”

Jacob Win menuturkan, “WFH maupun SFH memang dibutuhkan kesadaran minimal oleh keluarga, sehingga orang tua harus sadar dan mendukung. Keluarga kita juga harus bisa diberi pengertian bahwa sedang melakukan pekerjaan di rumah sehingga diingatkan untuk tidak mengganggu. Kita bisa menyiapkan WFH dengan mencari sudut di rumah yang memang terhindar dari lalu-lalang orang di belakang kita sehingga kita dapat bekerja tanpa terganggu, siapkan perangkat headset sehingga tidak saling mengganggu suara apabila terdapat orang lain disekeliling kita yang sedang WFH atau SFH. Namun yang paling penting tetaplah dukungan dari keluarga kita sendiri dan tempat yang dapat mengakomodir kita untuk bekerja/bersekolah.”

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

 

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

 

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.