Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Kediri, (4/)10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Diyah Wahyuningtyas, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc., Chairul Effendi Sugiarto, Oktora Irahadi , Siti Kholisoh  dan Rizky Ardi Nugroho (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Melawan Stigma WFH dan SFH dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 442 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Chairul Effendi Sugiarto adalah Di media sosial banyak pelaku perundungan/bullying/berkomentar negatif itu sebenarnya anak-anak, bagaimana pemerintah menangani hal ini dan mensosialisasikan agar media sosial digunakan dengan baik sesuai elemen-elemen pancasila.

Chairul Effendi Sugiarto menjelaskan, “Jadi, seperti yang saya sampaikan tadi, ada 49% yang mengalami ketiga hal tersebut. Kita sebagai pengguna internet harus memerhatikan hal tersebut. Tidak hanya pemerintah. Orang tua wajib melek teknologi, harus tahu apa yang digunakan anak-anak, apa yang diakses anak-anak. Orang tua juga harus mendampingi anak-anak agar anak-anak tetap baik berdigital. Masyarakat juga harus ikut berperan sebagai satgas. Pemerintah harus mengambil kebijakan dengan melakukan pembatasan penggunaan medsos untuk anak-anak dan pelajar. Hal ini dikarenakan daya pemahaman anak-anak itu sangat beragam. Selain itu, pemerintah bisa mengunggah dampak-dampak negatif dari perundungan/bullying/berkomentar negatif”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.