Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Jember, (4/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Mirda Tri Aries Chandra, S.Pi., CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Dhian Wahana Putra, M.Pd.I., Firdaus Rahman, A.Md.A., Mira N. Sahid, S.Pd., B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria, MBA., MM, dan Frenza Fairuz F. S.Pd., M.Pd.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Melawan Stigma WFH dan SFH dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 199 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Firdaus Rahman, A.Md.A. adalah Produktif dan kreatif dimasa pandemi seperti ini termasuk hal yang susah didapat, karena kebanyakan produktif berinternet itu hampir semuanya sama isi postingannya di internet. Lalu produktif yang seperti apa yang dimaksud berlaku di masa pandemi ini?

Firdaus Rahman mengatakan, “Produktif di internet berarti kita harus membuat konten yang mengedukasi masyarakat, membagikan informasi fakta, tidak ikut dalam kegiatan penyebaran hoax, dan mengikuti kegiatan literasi digital”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.