Marketplus.id – Anda merasa susah mendapat pekerjaan meskipun selama ini sudah banyak mengirimkan aplikasi di berbagai instansi perusahaan. Jika iya, bisa jadi penyebabnya bukan karena Anda tidak maksimal mengerjakan tahap seleksi, namun karena Anda memiliki catatan buruk dalam bergiat di media sosial.

Hal tersebut diungkapkan Wahyu Widodo, Content Illustrator, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (05/10/2021).

Wahyu menuturkan, saat ini jejak digital sudah menjadi rujukan banyak lembaga atau perusahaan untuk merekrut tenaga kerja. Hal ini dapat terlihat dari salah satu syarat dimana pelamar wajib mencantumkan identitas media sosial mereka.

Bukan tanpa alasan, perusahaan atau lembaga tersebut akan menelusuri kepribadian calon pekerjanya melalui rekam jejak di media sosial. Jika sang pelamar santun dan bijak dalam bermedia sosial, besar kemungkinan akan berdampak positif.

Sebaliknya jika media sosial digunakan secara tidak bijak, tentu akan menjadi pertimbangan lebih bagi perusahaan untuk menerimanya sebagai pegawai.

“Sebaiknya pikirkan dulu sebelum memosting sesuatu di media sosial. Salah-salah anda akan terjerat hukum dan itu akan merugikan diri anda sendiri,” katanya.

Menurutnya, kebebasan berekspresi bukan berarti dapat seenaknya membagikan apa saja. Akan sangat beresiko jika konten yang diunggah oleh kita cenderung menimbulkan dampak yang destruktif yang justru akan merugikan diri sendiri.

Lanjutnya, ada beberapa tips agar terhindar dari konflik di media sosial. Pertama, jika sudah terlanjur mengunggah sebuah konten yang dianggap merugikan pihak lain, jangan gengsi untuk meminta maaf agar permasalahan tidak semakin rumit. Kemudian, bergegaslah menghapus unggahan tersebut dari media sosial Anda.

“Sekarang, coba cek media sosial Anda. Barangkali ada postingan dianggap tidak layak, cepat-cepatlah dihapus, karena bisa saja hal itu akan merugikan Anda di kemudian hari,” pungkasnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (05/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Tino Agus Salim (Professional Trainer & Motivator), Darwin Tenironama (Managing Director IMS Hospitality Management Consulting), Ahmad Aprilio Adha (Pegiat Literasi Pernashakan Jawa), dan Apsari Siwi Budi Bestari sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.