Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kota Surabaya, (6/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Safira Dwi Siwi, S.Ds., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Inayah Sri Wardhani, S.Psi., Nur’annafi Farni Syam Maella, S.I.Kom., M.I.Kom., Aulia Siska, S.Sos., Akhmad Firmannamal, Ph.D., dan Anindito Wisnu Sampurno.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Tinggalkan Jejak Digital yang Baik dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 549 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Akhmad Firmannamal, Ph.D. adalah seperti yang kita ketahui diluar sana bertebaran banyak konten yang dibuat baik untuk memberikan informasi kepada banyak orang ataupun ada juga untuk keuntungan pribadi seperti berdagang, dll. Apakah makna kebebasan berekspresi atau karena media sosial is free, inilah yang banyak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang mungkin jadi banyaknya juga tindak kriminal atau cybercrime dan hate speech? Bagaimana cara sebaiknya kita menyikapi makna kebebasan berekspresi dalam bermedia sosial apalagi khususnya dimasa pandemi saat ini?

Akhmad Firmannamal mengatakan, “Media sosial itu memang free dan dianggap sebagai kebebasan berekspresi, namun memang kita harus sadari juga ketika pakai media sosial ada faktor lain bahwa tidak adanya filter. Maka dari itu, perlu adanya kecapakan dalam menggunakan ruang digital”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.