Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kota Surabaya, (9/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Luana Yunaneva, S.I.Kom., CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Dr. Teguh Herlambang, M.Si., Dr. Devie Rahmawati, Saddam Ikrar Syuhada’ Rozano, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Pradipta Nugrahanto, dan Aiu Ratna.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Filter Informasi di Era Serba Digital dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 420 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Pradipta Nugrahanto adalah terkait fenomena latahan dalam menggunakan fitur media sosial itu sendiri seperti apa? Dan seperti yang mas sudah jelaskan, padahal dampaknya semakin besar karena kita mencoba sign up untuk hanya mencoba sebuah aplikasi. Terkait ini, seharusnya bagaimana cara kita menyikapi yang benar dan mungkin membantu mengedukasi teman kita?

Nugrahanto menuturkan, “Menurut saya pribadi, tidak perlu berlomba-lomba update beragam fitur media sosial, tetapi yang lebih penting memahami fungsinya. Seberapa penting manfaat fitur tersebut bagi kita? Terkait cara menyikapi, kembali kepada diri sendiri. Kalau kita sudah paham, manfaatnya akan merembet ke orang lain”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.