Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Banyuwangi, (9/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Yuni Safitri, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ahmad Izza Muttaqin.,M.Pd.I, Dr. H. Kholilur Rahman, M.Pd.I, Mira N Sahid, S.Pd, Asep Kambali, S.Pd., M.I.K dan Achmad Zulkarnain (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Filter Informasi Di Era Serba Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 851 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Mira N Sahid adalah Luasnya internet banyak konten postif dan ada juga konten negative di dunia maya yang sering kita jumpai, beberapa kemungkinan itu terjadi karena kita tidak sadar memang kita suka dengan informasi negative tersebut karena pentingnya etika di dunia maya. bagaimana  agar kita menjadikan konten negative tersebut berubah menjadi hal positif untuk kita.

Mira N Sahid mengatakan, “Untuk menekan konten negatif adalah memperbanyak konten positif. Kalau bukan kita siapa lagi kalau bukan kita”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.