Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Sidoarjo, (11/10).

Acara dipimpin oleh Moderator Diyah Wahyuningtyas., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Eko Redjo Sunariyanto, S.Pd., M.Pd., Iis Hendro Gunawan., Aulia Siska, S.Sos., Akhmad Firmannamal, Ph.D., dan Etty Ariaty Soraya, Sos, Mci.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Efektivitas SFH & WFH, dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 203 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Iis Hendro Gunawan adalah bagaimana   bisa lepas dari kecanduan gawai?

Iis Hendro Gunawan mengatakan, ”Mengapa disebut kecanduan? karena berefek ketagihan seperti halnya terkena candu. Lalu, mengapa bisa kecanduan? Karena adanya hal yang mengganggu kontrol impuls yang berefek pada kesenangan dan berubah perilaku. Bagaimana cara menanggulanginya? Harus dicegah dengan hal produktif dan ditanggulangi dengan hal yang menciptakan kesenangan yang sama; mari periksa aplikasi di perangkat digital lalu kita hapus yang tidak perlu”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.