Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Jombang, (11/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Riska Regita, S.E, CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Muhammad Khoiron, Munif Chatib, Rachel Octavia, Pradipta Nugrahanto dan Danin Sibilo.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Efektivitas SFH dan WFH dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 409 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Munif Chatib adalah Selama pembelajaran daring,  siswa kurang fokus menangkap dan merasakan feel yang berbeda, yaitu tidak seperti pembelajaran secara langsung. Secara emosional siswa turut hadir dan merasakan proses belajar mengajar, sementara melalui SKF siswa sulit memahami dan mengerti materi pembelajaran tersebut, mungkin dikarenakan kondisi dirumah siswa tidak kondusif pada saat belajar. Bagaimana agar siswa mudah memahami dan menangkap materi yang diajarkan pada saat pembelajaran daring?

Munif Chatib menerangkan, “Kunci utama ada pada guru, jika guru bisa mengemas materi pembelajaran dengan menarik maka siswa juga akan semakin mudah untuk menyerap ilmunya. Berikan sesi ice breaking agar mereka juga senang dan semakin tertarik untuk belajar. Jika sudah dilaksanakan maka kita bisa melanjutkan ke sesi praktik, berikan tugas agar siswa bisa melakukan action. Guru juga bisa memberikan apresiasi dengan mengunggah hasil kerja siswa di sosial media sebagai reward”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.