Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Bojonegoro, (11/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Muhamad Ridho, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Siti Nuryani, Firdaus Rahman, A.Md.A, Mira N Sahid, S.Pd, Andy Ardian, SP dan key opinion leader (KOL) Rizky Ardi Nugroho.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Efektivitas SFH dan WFH” dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1.088 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Rizky Ardi Nugroho adalah “Di masa pandemi kita dipaksakan melakukan segala sesuatu dgn hal baru atau serba online seperti WFH, pembelajaran daring dll, apakah kegiataan tsb akan membuat masyarakat kita menjadi lebih produktif atau justru daya kerja kita menurun? dan Bagaimana upaya kita dan pemerintah dalam memaksimalkan potensi dan produktivitas tiap orang dalam menggunakan media digital yang ada saat masa pandemi? karena interaksidengan rekan yang terbatas membuat kejenuhan maupun kesulitan mencari ide untuk berkarya?”

Rizky Ardi Nugroho menjelaskan, “Banyak yang bilang bahwa WFH menjadikan kerjaan terasa  tidak ada ujung. Tetapi sebenarnya kita lah yang salah dalam manajemen waktu. Namun kalau ditanyakan apabila WFH bisa produktif, jawabannya bisa. Kita bisa melakukan pekerjaan kita sambil melakukan kegiatan lainnya secara bersamaan tergantung bagaimana kita multitask. Kita bisa melakukan pekerjaan dimana saja dan kita bisa mengatur waktu kita bukan sebaliknya.”

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.