Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Pasuruan, (12/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Nabil Arijala Survito A, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Faizal Johan Atletiko, S.Kom., M.T, Bahruddin, Ulil Albab, Bagaskoro, S.Kom., MM dan key opinion leader Anindito Wisnu Sampurno.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Literasi Digital Tanpa Pandang Bulu dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 950 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Ulil Albab adalah Banyak kemudahan yang kita dapat dari kemajuan internet, disisi lain rasa kemanusiaan dan budaya tolong-menolong menipis. Seperti contoh saat ada kecelakaan bukan ditolong dulu, namun malah divideo untuk di upload di medsos. Apa yang harus kita lakukan apabila hal tersebut ada di sekitar kita? Kemudian bagaimana kita menyadarkan masyarakat, terutama dari lingkup keluarga untuk bijak dan beretika dalam bermedia sosial.

Ulil Albab  mengatakan, “Etika tolong menolong masih kalah cepat dalam etika memfoto atau memvideo ketika ada kecelakaan. Yang perlu kita lakukan adalah mengingatkan apabila ada yang melakukan seperti itu. Karena hal tersebut bisa dikenai tuntutan hukum ketika keluarga korban tidak terima”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.