Marketplus.id – Kita baru saja diramaikan oleh dugaan kebocoran data e-HAC (electronic health alert card) seperti yang InfoKomputer sampaikan di sini. Adapun data pribadi pengguna Indonesia yang diduga bocor seperti nama lengkap, tanggal lahir, pekerjaan, foto pribadi, nomor induk kependudukan, nomor paspor, hasil tes COVID-19, alamat, dan nomor telepon.

Hal itu diungkapkan, Dirga Romadhoni, Konsultan Industri Kecil Menangah, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (26/10/2021).

Ia menegaskan pentingnya bagi seluruh pemilik dan pengembang aplikasi maupun situs untuk memiliki standar tinggi keamanan data TI demi menutup celah keamanan yang dapat dieksploitasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Akibat dari data pribadi yang tersebar, kita perlu waspada terhadap berbagai penyalahgunaan seperti penipuan melalui berbagai media seperti email, SMS, WhatsApp dan telepon; penjualan data untuk kepentingan marketing yang menyebabkan ketidaknyamanan, dan berbagai penyalahgunaan data informasi untuk berbagai kepentingan yang beragam,” jelasnya.

Ini enam tips untuk menjaga keamanan data pribadi seperti berikut ini:

  1. Bijak dalam Menerima Informasi

Jangan mudah percaya informasi via telepon atau pesan yang masuk. Meskipun pihak yang menghubungi memiliki dan mengetahui data Anda, tidak menjadi jaminan hal tersebut bukan penipuan. Anda harus selalu melakukan verifikasi.

2. Ganti Password dan PIN Secara Berkala

Anda perlu untuk mengganti password e-mail dan PIN untuk akses data dan aplikasi penting  secara berkala, setidaknya setiap tiga bulan sekali.

3. Gunakan OTP ataupun 2FA

Gunakan OTP (one time password) maupun 2FA (two factor authentication) sehingga misalnya password dan PIN Anda dibobol, akses tidak serta merta diperoleh sang pembobol.

4. Berhati-hati dalam Menggunakan E-mail

Anda harus berhati-hati dalam menggunakan e-mail. Jangan sembarang membuka e-mail atau tautan mencurigakan. Manfaatkanlah e-mail secara bijak.

5. Uninstall Aplikasi yang Tidak Dipakai

Anda sebaiknya meng-uninstall aplikasi-aplikasi yang tidak dipakai. Seleksi aplikasi yang ada pada perangkat Anda dan hapus aplikasi yang tidak dipakai, terutama yang sudah tidak aktif/tidak di-update.

6. Mengedukasi Keluarga dan Teman

Mulailah mengedukasi keluarga dan teman Anda. Eduksi yang dimaksud adalah terkait seberapa penting menjaga data dan bijak dalam bertukar informasi dengan pihak mana saja.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (26/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Stephanie Olivia (Tenaga Ahli DPR RI), Agus Latif (Konsultan Industri Kecil dan Menengah), Ahmad Vicky Faisal (Ketua Umum Asosiasi Pariwisata Madura), dan Rinanti Adya Putri (Operations Executive at ZALORA Group) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.