Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kota Surabaya, (28/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Diyah Wahyuningtyas, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Nisfu Asrul, Nur’annafi, Vivid Sambas, Pradipta Nugrahanto dan William Yuswan.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Saring Sebelum Sharing dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 348 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber William Yuswan adalah “apakah di dunia KPOP juga terdapat hoax yang berkaitan dengan dunia KPOP maupun idolnya? Serta apakah ada rekomendasi link atau web yang bisa digunakan untuk mendapatkan informasi KPOP yang terpercaya?

William Yuswan mengatakan, “Anak KPOP juga suka sharing dan berita hoax juga beredar. Ada website Soompi bisa dijadikan rujukan untuk validasi dan tentunya baca COPPAMAGZ juga. Sebagai media, juga kalau bagus dipuji kalau jelek dimaki tetapi balik lagi media harus beritakan fakta berdasarkan data. Intinya, cari tahu dulu sebelum sharing. Atau lebih baik netral aja, tunggu berita resminya. Atau kalau ada berita idol yang berurusan dengan hukum maka kita harus tunggu putusan hakim saja karena itu pasti valid”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.