Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Pacitan, (28/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Salma Nafi’ aturrofi’ah, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Labud Nahnu Najib, Moch. Sajoang, Khelmy K. Pribadi, M. Si, Elly Nurul dan Erbe Sentanu (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Saring Sebelum Sharing dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 420 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Moch. Sajoang  adalah Internet Of Things, membuat siapa saja dan kapan saja dapat dapat mengakses internet. Saat ini sudah banyak informasi yang beredar, banyak diantaranya juga memuat konten negatif, bagaimana cara menyaring informasi yang begitu banyak di internet sudah over?

Moch. Sajoang menjelaskan, “Menyaring informasi yang begitu banyak? Bersihkan halaman medsos kita, agar bersih tidak banyak berseliweran berita yang kita tidak perlukan, mencegah agar mereka tidak viral. Tidak like, komen, atau share. Kalau tidak viral maka tidak akan ada artinya. Stop sampai di kita, kalau misal berita tidak benar, stop. Kalau pun benar tapi tidak ada manfaatnya, jangan disebar juga.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.