Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Sidoarjo, (28/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Ivana Rouf, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Faizal Johan Atletiko, S.Kom., M.T., Agung Baskoro Adi .S.Pd.,M.M, Dr. Havid Han, M.M., Akhmad Firmannamal, Ph.D. dan INSAN NUR AKBAR (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Saring Sebelum Sharing dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 275 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Agung Baskoro Adi adalah Sebagian masyarakat yang menikmati sosial media terkadang terlalu mengejar viral dengan menggunakan konten yang buruk sehingga netizen banyak yang menghujat, bagaimana cara mengedukasi netizen supaya tidak bantu memviralkan konten yang buruk dan tidak mengedukasi?

Agung Baskoro Adi menuturkan, “Kita ingatkan bahwa apapun itu kita memang perlu untuk saring dulu sebelum sharing dan cara itu harus kita ulang ulang sesering mungkin supaya mereka juga lebih memperhatikan Bagaimana pentingnya menyaring informasi dulu sebelum sharing”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.