Marketplus.id – Semenja pandemi, segala aspek kehidupan berubah menjadi online. Termasuk bidang pendidikan yang menjalankan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sekolah, guru, murid dan orangtua akhirnya harus berdaptasi terhadap Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai sumber ilmu pengetahuan dan alat bantu ajar.

“TIK juga merupakan standart kompetensi keahlian yang harus dimiliki tenaga pengajar. Teknologi informasi kini juga menjadi sarana memadukan beragam fungsi dan proses di dalam penyelengaraan administrasi pendidikan, terutama yang berhubungan dengan alokasi sumber daya pembelajaran,” kata Seno Soebekti, Pembina Olimpiade Sains Nasional Bidang Matematika saat webinar Literasi Digital Wilayah Jabar I Kota Bekasi, Jawa Barat I, pada Jum’at (29/10/2021).

Dia mengatakan sistem online ini selanjutnya tidak akan pernah ditinggalkan meskipun pandemi berakhir. Tren yang terjadi selanjutnya adalah hybird learning yaitu penggabungan sistem online dan offline sehingga untuk rapor dan pertemuan guru-guru akan tetap menggunakan aplikasi Zoom. Peran bantuan teknologi dan jaringan internet pun tidak bisa kita abaikan.

Lebih lanjut dia mengatakan, kini telah terjadi revolusi dalam bidang pendidikan, semagaimana yang juga terjadi pada sektor lainnya seperti keuangan maupun bisnis sejak pandemi Covid-19 membuat komunitas akademik yang di dalamnya terdapat guru sebagai pengajar, siswa, orangtua dan lingkungan sekolah memiliki peran yang saling membangun satu sama lain. Dengan terjadinya revolusi industri 4.0 dan society 5.0 setiap individu perlu menguasai kecakapan hidup abad 21 berupa kreativitas, berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi.

Para tenaga pendidik akhirny dituntut untuk menjadi pribadi kreatif, mampu mengajar, mendidik, menginspirasi serta menjadi suri teladan. Adapun siswa pun harus memiliki 6 literasi dasar yakni literasi numerasi, literasi sains, literasi informasi, literasi finansial, literasi budaya dan kewarganegaraan. Serta beberapa kompetensi lainnya untuk mampu berpikir kritis, bernalar, kreatif, berkomunikasi, berkolaborasi, serta memiliki kemampuan mengatasi masalah. Di samping itu yang terpenting adalah karakter berupa perilaku yang berdasarkan pemahaman akan nilai-nilai profil pelajar Pancasila seperti rasa ingin tahu, inisiatif, kegigihan, mudah beradaptasi, memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial.

Webinar Literasi Digital di Kota Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Fibra Trias, Editor in Chief Mommies Daily, Aloysius Wemby, Risk Management Consultant PT Prudential Indonesia, Aluisius Surya, Product Founder Siswapedia, dan Made Nandhika, Abang None Jakarta Delatan 2019.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.