Marketplus.id – Di era teknologi yang semakin canggih ini, segala akses informasi begitu mudah didapat. Termasuk konten bermuatan pornografi yang sangat mudah menyebar begitu luas terutama di dunia maya. Untuk menghindari dampak buruknya, sejumlah cara untuk melindungi anak dari paparan pornografi tentu wajib dilakukan.

Hal itu dijelaskan, Hosaini HS, Dosen FAI Universitas Bondowoso & Ketua Asosiasi Dosen PTKIS Indonesia DPW Jawa Timur, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Jumat (29/10/2021).

Ia menambahkan, meski tidak sengaja dilihat anak, apa yang tersaji dalam pornografi maupun pornoaksi tentu mampu mempengaruhi memori, cara pandang, dan perilaku pada anak yang masih dalam masa perkembangan.

Jangan sampai hal itu terjadi, maka berikut beberapa tips yang dapat membantu orang tua untuk melindungi anak dari paparan pornografi, seperti:

  1. Penting! Selalu Awasi Penggunaan Internet

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengawasi penggunaan internet anak. Alangkah lebih baik lagi jika orang tua selalu dapat menemani mereka saat tengah meangkses internet. Namun, bila hal ini dirasa membuat mereka tak nyaman, maka letakkan saja laptop atau perangkat lain yang biasa mereka gunakan di tempat yang terjangkau dari pengawasan. Sehingga secara tidak langsung dapat mengawasi apa yang sedang mereka tonton di internet.

2. Batasi Pemakaiannya

Pada usianya saat ini, tentunya belum membutuhkan internet sebagai sesuatu yang harus mereka akses setiap saat maupun setiap hari. Karenanya, orang tua dapat membatasi penggunaan internet mereka seperti pada saat akhir pekan saja maupun hanya beberapa saat dalam sehari.

3. Pengaturan pada Gadget

Bagi orang tua yang mungkin tak memiliki banyak waktu untuk mengawasi anak dan internetnya, maka buatlah penganturan pada ponsel maupun laptop yang mereka gunakan. Di era ini, sudah banyak aplikasi yang dapat membatasi akses anak untuk membuka sesuatu. Bahkan tahukah orang tua, di YouTube sendiri sudah ada fitur Safety Mode sehingga tidak akan menampilkan video tak layak bagi anak.

4. Sibukkan dengan Aktivitas Positif

Penggunaan internet secara berlebihan tentunya tak baik bagi tumbuh kembangnya. Agar mereka tak kecanduan, orang tua dapat mengisi kegiatan mereka dengan berbagai hal yang positif. Ikut sertakanlah mereka dalam beberapa kursus maupun kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Hal ini akan mengurangi keinginan mereka untuk terus menerus mengakses internet.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Jumat (29/10/2021) juga menghadirkan pembicara, NS. Hamidah Retno Wardani (Dosen Prodi DIII Keperawatan Universitas Bondowoso), Muhammad Alvin Al Huda (CEO CV. Huni Raya Group), Syaifu Rachman (Praktisi Trader Saham Forex dan Gold), dan Aprilia Frinanda Setiawan (Video Content Creator) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.