Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Malang, (29/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Mirda Tri Aries Chandra, S.Pi., CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Rezha Sahhilny Amran, Bangkit Satria Agung Pamungkas , Maria Advianti, Royyan Nobeel dan Praseno Nugroho (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Bermedia Sosial Tanpa Cemas dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1976 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Bangkit Satria Agung Pamungkas  adalah Untuk beberapa tahun kedepan kemungkinan atau pasti terjadinya revolusi komunikasi lagi? dan bagaimana cara agar kita tidak tergerus melainkan tetap bisa mengikuti revolusi tersebut? dan bagaimana cara kita agar bisa menerima kemajemukan yang ada di Indonesia.

Bangkit Satria Agung Pamungkas menjelaskan, “Ada kemungkinan akan terjadi revolusi komunikasi, karena telah banyak terjadi penelitian mengenai kecerdasan buatan. Sehingga tidak dipungkiri akan ada tata cara revolusi baru. Caranya kita harus banyak mencari informasi dan  mampu beradaptasi”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.