Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kota Surabaya, (29/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Luana Yunaneva, S.I.Kom., CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ellyda Retpitasari, S.I.Kom., M.Sos., Moch. Sajoang, Dr. Havid Han, M.M., Rita Nurlita, S.Sos., M.I.Kom., dan Danin Sibilo.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Ber-Media Sosial Tanpa Cemas dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 829 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Dr. Havid Han, M.M. adalah   ketika kita sudah kecanduan atau FOMO, kita merasa tidak ingin tertinggal satu pun informasi dan ingin selalu menjadi orang nomor satu yang menyebarkan suatu berita, namun seringkali tidak mengecek dulu kebenarannya. Untuk itu, bagaimana untuk memfilter emosional kita agar tidak asal sebar berita-berita yang belum valid, sehingga tidak terjadinya perpecahan antar masyarakat dimedia sosial? Dan bagaimana mengedukasi masyarkat jika kita asal sebar berita palsu akan berpengaruh dengan jejak digital kita dan berpengaruh untuk masa depan kita juga?

Havid Han menerangkan, “Untuk mengontrol emosi, dengan cara filter interaksi kita dalam bermedia sosial. Karena emosi kita akan mempengaruhi akun-akun yang kita follow, berita-berita yang kita sukai dan komentari. Ketika kita ingin melakukan edukasi, bisa diawali dari keluarga sebagai lingkungan masyarakat terdekat, seperti ayah, ibu, kakak, adik, anak, dan lainnya”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.