Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Kediri, (30/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Vio Annisa, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Rezha Sahhilny Amran, Azizurrochim, M. Ag, Rovien Aryunia, Royyan Nobeel dan Didiy Mangunredjo.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Kenali Digital Footprints Sebelum Memposting dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 576 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Royyan Nobeel adalah Di zaman yang sudah maju ini, teknologi hadir di setiap sendi kehidupan. Teknologi pun ikut mengembangkan cara kita berwirausaha terutama memasarkan produk dagangan kita. Bisa lewat Tokopedia, Shoopee dan platform lainnya. Bagaimana cara kita mengamankan privasi informasi kita dalam jual beli online.

Royyan Nobeel memaparkan, “Yang pertama  harus kita lakukan adalah mengganti password secara berkala, karena takutnya pasword kita mudah ditebak dan memudahkan hacker untuk meretas password kita. Kombinasikan password kita sesulit mungkin, nomor , simbol, huruf, dan jangan pakai password yang mudah ditebak. Kalau misal data kita bocor langsung lapor kepemilik platform. Punya akun apapun jangan share OYP dan ini buat diri kita.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.