Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Ponorogo, (01/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Lilies Rolina S.sos,MM, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Robby Darwis Nasution, S.IP., M.A, Iis Hendro Gunawan, Vivid Sambas ST, MMT, B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM.   dan key opinion leader Danin Sibilo.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Yuk Bedakan Hoax dan Fakta dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 223 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Iis Hendro Gunawan adalah bagaimana peran bijak kita jika mengetahui orang yang sudah terpapar berita hoax seperti itu?   Dan upaya pencegahan seperti apa yang kita bisa lakukan, agar berita tersebut tidak menyebar semakin lua?

Iis Hendro Gunawan menuturkan, “Biasanya hoax tersebar di grup-grup keluarga ada baiknya kita tidak ikutan share atau mengkomen jika sudah terbutkti itu merupakan berita hoax ada baiknya kita beritau kan kepada penyebar melalui personal chat untuk tidak menyebarkan berita tersebut ke orang yang lebih luas. Berpikir kritis merupakan kunci utamanya”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.