Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Bojonegoro, (01/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Adelia Rahmawati Putri, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Umi Zumrothin, SH, Firdaus Rahman, A.Md.A, Oktora Irahadi, Elly Nurul dan Anindito Wisnu Sampurno (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Yuk Bedakan Hoax Dan Fakta dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 149 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Elly Nurul adalah  saat ini banyak sekali judul berita-berita yang menjebak, seolah-olah berita tersebut berita real. Bagaimana kita bisa mengetahui berita tersebut berita real atau hanya berita hoax? Lalu bagaimana kita memproteksi baik gawai dan pikiran kita agar bisa terhindar dari toxic internet yang makin lama makin tidak sehat sekali.karena menutup akun sosmed?

Elly Nurul mengatakan, “Bisa kita lakukan untuk cek berita pada platform resmi dari kominfo untuk mendapatkan kebenaran fakta dari berita hoax atau berita bohong itu. Cara proteksi gawai adalah dengan mengaktifkan pin, sandi dan autentifikasi dua faktor. Gunakan juga gawai yang asli atau original. Selain itu dalam menggunakan gawai kita harus mengetahui tujuan dan manfaatnya agar kita tidak terjerumus pada kerugian pada diri sendiri”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.