Marketplus.id – Tidak bisa dipungkiri penggunaan media sosial (medsos) kini membawa dampak besar saat ini. Apalagi ketika pandemi COVID-19 ini muncul.

Hal itu diutarakan, Moh. Rizki Firdaus, Direktur Utama CV. Kreasi Anak Nusantara, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (2021 untuk wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (03/11/2021).

Ia menambahkan, medsos menjadi salah satu pengisi rasa bosan paling ampuh jika tidak ada hal untuk dikerjakan. Bahkan ada juga orang yang banyak mendapatkan penghasilan dari medsos mereka.

Namun ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan selama berselancar di medsos. Seperti:

  1. Mengeluh tentang masalah pribadi

Menulis posting-an yang panjang sangat dibolehkan di medsos. Namun menulis dengan tujuan yang positif. Jangan sampai kamu menulis postingan panjang yang menceritakan masalah pribadi yang sedang kamu alami. Selain hal itu bersifat privasi yang tidak perlu diketahui semua orang, menceritakan masalah pribadi juga belum tentu menyelesaikan masalah.

  1. Kamu membuat komentar buruk di posting-an

Komentar buruk menjadi hal yang sangat wajib untuk dihentikan. Saat ini banyak kasus komentar orang yang dilaporkan ke pihak berwajib karena komentar buruk. Namun di satu sisi, menulis komentar buruk justru membuat orang lain menjadi tidak percaya diri dan tertekan, bahkan sampai depresi.

  1. Kamu ikut menyebarkan fake news

Saat ini berita yang tidak jelas kebenarannya banyak beredar di medsos. Tidak sedikit pula orang yang langsung menyebarkan tanpa mencari tahu lebih dalam tentang kebenarannya. Ketika berita sudah tersebar luas, tak menutup kemungkinan akan ada pihak yang cemas, dan dirugikan oleh berita tersebut.

  1. Menggunakan kata yang kasar

Saat memberikan komentar dalam sebuah posting-an seseorang, jangan pernah menggunakan kata-kata yang kasar. Mungkin kamu sudah biasa melakukan itu, tetapi belum tentu orang lain akan menerima komentar kasarmu sehingga membuatnya tersinggung.

  1. Memaksakan diri menjadi orang lain

Memang banyak sih orang-orang yang mengunggah berbagai posting-an menarik di medsos. Namun jangan sampai hal itu ditiru dan memaksakan dirimu menjadi orang lain di medsos. Sebaiknya kamu membuat konten yang menginspirasi sesuai bakat yang dipunya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (03/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Warahatsangka (Marketing & Sales manager at PT. Air Raya Indonesia), Gian Dean Hermawan (PMT & Business Development at PT Shafiindo Energi), Muhamad Ali Sodikin (Kepala Unit Contect Marketing Poltek BIMA), dan Segi Rahadian Albariqy (Professional Gamers) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.