Marketplus.id – Saat ini, teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat telah memberi pengaruh pada kondisi sosial masyarakat. Perlahan namun pasti, masyarakat mulai bergerak menuju suatu tatanan sosial modern yang disebut dengan masyarakat digital.

Akhmad Farroh Hasan, Praktisi Hukum dan Dosen UIN Malang, menerangkan, masyarakat digital merupakan gambaran keadaan masyarakat dimana pola interaksinya sangat dipengaruhi oleh keberadaan jaringan teknologi informasi dan komunikasi.

“Masyarakat digital juga bisa diartikan sebagai hubungan antar manusia yang terjadi melalui teknologi denga memanfaatkan jaringan internet dan media atau platform tertentu,” ujar Farroh, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (03/11/2021).

Ia menjelaskan, secara konseptual masyarakat digital sangat terkait dengan masyarakat jejaring atau network society. “Masyarakat jejaring adalah masyarakat yang memiliki strukur sosial berupa jaringan dengan teknologi mikro elektronik berbasis informasi digital dan juga teknologi komunikasi,” terangnya.

Di antara ciri-ciri masyarakat digital adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam aktivitas ekonomi, pelayanan publik dan kesehatan, dan sebagainya.
  • Masyarakat digital memiliki kebutuhan yang tinggi akan informasi
  • Spatial atau terhubung dengan lokasi yang berefek pada pengorganisasian ruang dan waktu
  • Banyaknya kebutuhan akan tenaga kerja di bidang informasi dan komunikasi
  • Adanya perubahan pola interaksi masyarakat dari interaksi secara langsung menjadi interaksi tidak langsung, yakni melalui jejaring sosial.

Presiden Joko Widodo, mengatakan saat membuka program literasi digital nasional, tantangan di ruang digital semakin besar, konten-konten negatif terus bermunculan dan kejahatan di ruang digital terus meningkat.

“Menjadi kewajiban kita bersama untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat melalui literasi digital,” ujarnya.

Presiden pun mencontohkan konten-konten negatif yang marak muncul di ruang digital, seperti hoaks, penipuan daring, perjudian daring, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, hingga radikalisme berbasis digital.

Hal-hal itu perlu diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. “Dengan literasi digital kita minimalkan konten negatif dan membanjiri ruang digital dengan konten positif,” ujarnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (03/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Indah Pratiwi Arumsari (Tenaga Ahli DPR RI), Hairul Anam (Direktur Utama harian Pagi Kabar Madura), DT Yunanto (Founder AutoSultan), dan Anjani Adyalaksmini (CMO at PT. Laksmindo Bahtera) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.