Marketplus.id – Untuk melindungi data pribadi sekaligus akun media digital banyak hal dasar yang harus dilakukan. Aribowo Sasmito, fact check Mafindo mengatakan, jika sudah terbiasa akan lebih mudah lagi mempelajari yang lebih lanjut. Jadi intinya mulai dari dasar bahwa pertama kata kunci atau gunakan yang aman.

Memang kontradiktif, kita harus membuat yang mudah diingat tetapi susah ditebak. Namun, satu hal menurut Ari, semakin alay password, semakin aman jadi ada campuran huruf, angka, karakter membentuk kalimat yang diingat.

“Jangan dibagikan ke orang lain mungkin ada yang ingin romantis dengan pasangan dan saling terbuka dengan memberitahukan password. Romantis itu boleh wajib, tapi tidak dengan saling tahu password. Satu pintu saja yang kita yang pegang saja bisa kebobolan, apalagi kalau pintunya lebih dari satu. Pasang juga keamanan di perangkat seperti sidik jari, pengenalan wajah, agar perangkat kita tidak mudah dibuka orang lain,” ungkapnya saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (04/11/2021) siang.

Pasang 2FA (Two Factor Authentication) atau aplikasi 2 langkah ini cukup penting bahwa kalau kita beri contoh tentang login ke email, kita akan ngobrol dengan server-server. Saat kita ingin masuk akun kita, server akan bertanya, apa yang kita miliki untuk masuk. Kita memiliki password, jika benar, server akan kembali bertanya memiliki apa lagi untuk masuk misalnya token.

hindari penggunaan satu kata kunci untuk semua agar jika satu kebobolan akun media sosial lain tidak bawa semua. Alternatifnya sangat disarankan untuk menggunakan password Manager. Jika memiliki banyak akun digital, ibarat jika memiliki password manager seperti kotak yang banyak kuncinya. Kunci-kunci dari akun media digital.

“Kelemahannya kalau sampai kebobolan kunci master atau password manager-nya itu sendiri dapat juga diambil orang. Sudah seperti kiamat digital jika semua password akun media digital kita diketahui password-nya,” jelasnya.

Kemudian, tidak sembarangan membuka lampiran dan tautan yang dikirimkan melalui email, WhatsApp atau juga SMS. Amankan dengan memasang anti-virus dan perangkat selalu terkoneksi dengan internet agar antivirus selalu ter-update. Gunakan pemindai tautan atau URL scanner untuk memindai attachment dalam bentuk tautan.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (04/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Ricco Antonius (Entrepreneur), Eunika Iona Septianti (Trainer & Educator), Dudi Rustandi (dosen Telkom University), dan Tresna Wulandari sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.