Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Malang, (6/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Mirda Tri Aries Chandra, S.Pi., CPS®️, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Arief Budiono S.T,M.M, Drs. Vinsensius Jemadu, MBA, Dr. Fachrul Kurniawan, M.MT., IPM, Akhmad Firmannamal, Ph.D. dan Anindito Wisnu Sampurno (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat Adalah Muda Kreatif Dengan Literasi Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 926 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Drs. Vinsensius Jemadu, MBA adalah Apakah pelatihan transformasi digital yang diadakan oleh kemenparekraf untuk para pelaku pariwisata di destinasi pariwisata terutama di 10 DPP sudah merata? Apakah sudah terlihat perubahan yang signifikan?

Vinsensius Jemadu mengatakan, “Dengan adanya program dari kemenparekraf, sudah dinilai program DPP memberikan perubahan atau peningkatan yang signifikan. Hal itu terjadi karena ada kerjasama dengan pemuda seluruh Indonesia menggunakan sosial media untuk promosi desa pariwisata”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.