Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Lamongan, (6/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Rahmadana Junita, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Royyan Nobeel, Deny Aditya Susanto, M. Alvin Nur Choironi, Siti Kholisoh dan Etty Ariaty Soraya, Sos, Mci (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Digital Space Yang Sesuai Untuk Anak dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 342 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Siti Kholisoh adalah Apakah konten penyalahgunaan anak akan berdampak pada kesehatan mental dari anak itu sendiri? Dan bagaimana pembinaan untuk orang tua yang sudah mengikutsertakan anak dalam konten dari orang tua tersebut?

Siti Kholisoh mengatakan, “Iya, konten yang melanggar privasi akan berdampak buruk untuk anak. Salah satu dampaknya adalah anak-anak akan kehilangan kepercayaan diri dll. Literasi digital tak hanya untuk anak-anak atau remaja. tapi juga orang dewasa. literasi digital harus dimiliki oleh kita Bersama”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.