Marketplus.id – Di Era digital yang semakin berkembang ini, profesi pekerjaan pun menjadi lebih beragam. Salah satunya sebagai Social Media Specialist.

Ervita Delima Sari, Sosial Media Specialist PT Pos Indonesia, menjelaskan, bagi sebagian orang melihat profesi ini hanya memiliki tanggung jawab untuk “mengurusi” akun-akun sosial media yang dimiliki perusahaan, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path, atau Google+. Sebagian juga hanya memahami profesi ini hanya bekerja meng-upload gambar, tulisan, iklan, merespon komentar semata.

“Padahal jika kita menilik lebih jauh, profesi ini sangat menggiurkan dan tentu saja tanggungjawabnya tidak hanya seputar mengupload maupun merespon komentar,” ujar Ervita, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (09/11/2021).

Menjadi seorang social media specialist memiliki tanggung jawab sebagai berikut:

  • Terus meng-update informasi yang mengalir tentang tren terbaru
  • Melakukan pengecekan tentang kompetitor anda, lantas mengevaluasi apakah Anda telah melakukan hal yang benar untuk kemajuan perusahaan/bisnis
  • Membentuk personal connection dengan audience atau klien Anda
  • Melakukan tracking dengan me-mention akun orang/klien/brand lain serta layanan customer service dengan respon komentar dan menjawab pertanyaan, selain itu juga siap menghadapi komplain/respon tak enak dari orang lain terhadap brand Anda dan berkewajiban mengklarifikasinya dengan baik.
  • Rutin mengecek dan melakukan perbaikan konten
  • Membangun komunitas
  • Meningkatkan advocacy brand melalui word of mouth marketing
  • Meningkatkan trust dan kredibilitas di mata komunitas
  • Gunakan juga social media untuk sales/marketing
  • Serta adanya benefit melalui SEO

“Menjadi seorang Social media specialist memang tidak bisa dilakukan oleh semua orang, hanya mereka yang memiliki passion terhadap social media, dan harus menyukai untuk menjadi aktif di social media,” terangnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (09/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Nicholas Ramli (Analytics Specialist at Dentsu Merkle Jakarta), Ayrton Eduardo Aryaprabawa (Founder & Director Crevolutionz), Ariefika Listya (Dosen DKV Universitas Indraprasta PGRI), dan Meitha Kurniasari (Experienced Secretary to BOD) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.