Marketplus.id – Kehadiran internet faktanya juga membawa dampak negatif. Salah satunya ialah maraknya kejahatan siber, termasuk konten pornografi di dalamnya. Dengan memahami keamanan digital, kita mendukung aktivitas bermedia digital agar aman dan nyaman bagi setiap penggunanya.

Pornografi termasuk ke dalam salah satu kejahatan siber. Kemudahan akses membuat peluang penyebaran konten pornografi sangat besar. Contoh kasus yang terjadi ialah iklan-iklan berbau pornografi saat anak sedang bermain game, menonton Youtube, bahkan saat belajar daring.

“Langkah perlindungannya melalui peran aktif orang tua untuk memberikan perhatian lebih pada anak,” ujar Neneng Yulianty, Guru Bahasa Inggris SMPN 4 Kota Bogor dalam Webinar Literasi Digital di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021).

Selain itu, orang tua turut berperan dalam mengenali lingkungan sekitar anak dan mengenali teman-temannya, melatih anak agar mampu berkata tidak terhadap ajakan pornografi, dan selalu mendampingi anak ketika mengakses internet. Apabila anak sudah kecanduan pornografi, orang tua harus segera waspada.

Ciri-ciri anak yang telah terdampak pornografi yaitu sering gugup saat berkomunikasi, senang menyendiri, tidak bisa lepas dari gadget, enggan belajar serta tidak adanya gairah untuk beraktivitas. Akibat dari kecanduan pornografi itu meningkatkan eksporasi seks, remaja jadi suka berbohong, depresi, kecemasan berlebih, terganggunya pendidikan anak, dan terjadi penyimpangan seksual.

“Dari segi kedokteran, pornografi bisa merusak otak kita dengan hebat melalui mata. Banyak sekali efek atau pengaruh jelek pornografi pada anak,” paparnya.

Di samping peranan orang tua, anak itu sendiri harus memiliki pencegahan. Di antaranya membatasi penggunaan internet, mengakses konten-konten positif, menerapkan niat dan disiplin, tidak sembarangan klik suatu tautan, serta berteman dengan lingkungan yang jelas dan positif di media sosial. Sayangi diri sendiri dengan tidak mengakses konten negatif di internet. Segala sesuatunya bisa terjadi di internet, jadi kita harus kuat dan pintar dalam membentengi diri sendiri.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Reza Hidayat (CEO OREIMA FILMS), Sri Sugiarti (Kepala Sekolah SMPN 4 Kota Bogor), Dessy Natalia (Assisten Dosen & Industrial Placement Staff UBM), dan Fanny Fabriana (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.