Marketplus.id – Transformasi digital memicu percepatan akselerasi dan merevolusi cara masyarakat berinteraksi sosial. Perubahan besar semakin matang terjadi di abad ke-21 yaitu industry 4.0 menuju 5.0. Di mana masyarakat memanfaatkan teknologi yang lebih pintar dengan loT, cloud techology, big data, dan virtual assistant 24 jam.

Dee Rahma seorang Digital Marketing Strategis mengatakan, fenomena revolusi masif menyebabkan perubahan interaksi sosial ikut terjadi di dunia pendidikan yang membuat internet sebagai sarana belajar online baik sekolah, kuliah, dan kursus. Begitu pun untuk bekerja saat ini dilakukan secara remote dan tidak wajib setiap hari untuk ke kantor.

“Akhirnya wifi sudah menjadi kebutuhan pokok, karena masyarakat ketika di rumah sudah belanja melalui cara online, memakai e-banking, e-money, juga interaksi sosial secara virtual dan telemedicine,” kata Dee saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, pada Rabu (10/10/2021).

Dia mengatakan, berbagai peluang baru bermunculan dengan adanya internet dan penggunaan teknologi untuk mendukung kehidupan. Setiap orang akhirnya bisa makin produktif dan kreatif di ruang digital dengan melakukan digital branding sebagai enterpreneur hingga membangun brand semakin besar dan semua ini ikut memunculkan kreator ekonomi baru.

Generasi baru pengguna platform digital, umumnya dengan media sosial yang memaksimalkannya untuk membangun komunitas digital bisa menciptakan pengaruh terhadap banyak orang melalui konten digital yang dibagikan. Misalnya yang sekarang dikenal beberapa profesi baru yaitu Content Creator maupun Influencer, menciptakan kolaborasi positif di dunia digital dengan konten-konten positif. Segala perubahan yang terjadi saat ini perlu diimbangi adanya perubahan pola pikir untuk menyambut dan adaptif terhadap budaya digital.

Webinar Literasi Digital di Kota Depok, Jawa Barat I,  merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Monica Eveline, Digital Strategist Diana Bakery, Martha Mariska, Digital Banking Legal Counsel DBS Indonesia, Made Nandhika, Abang None Jakarta Selatan 2019.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.