Marketplus.id – Penggunaan internet haruslah sesuai dengan etika dan norma yang berlaku. Internet harus dimanfaatkan untuk kegiatan positif dan tidak merugikan diri sendiri ataupun orang lain.

Agung Gita Subakti, Lecturer Specialist S2 Universitas Bina Nusantara, menjelaskan, internet safety atau internet sehat menjadi salah satu cara pemanfaatan internet sepositif mungkin sesuai dengan kebutuhan. Internet safety mengajak pengguna internet untuk lebih bijak lagi dalam menggunakan fasilitas ini.

Internet safety atau internet sehat adalah konsep penggunaan internet untuk melindungi diri sendiri serta orang lain dari kemungkinan bahaya atau risiko di dunia online,” ujar Agung, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (11/11/2021).

Ia mengatakan, internet safety juga bisa diartikan sebagai konsep penggunaan internet secara bijak dan sesuai dengan etika atau norma yang berlaku, tanpa membahayakan keamanan diri sendiri ataupun orang lain.

“Dunia online membuat kita bisa terhubung dengan banyak orang di berbagai belahan dunia. Adanya internet juga bisa mempermudah kita dalam mengakses informasi. Namun, tanpa disadari saat kita menggunakan internet ada bahaya yang mungkin muncul. Contoh bahaya tersebut di antaranya pencurian data atau informasi pribadi, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, dan lain sebagainya. Maka menjadi penting untuk memahami konsep internet safety atau internet sehat,” terangnya.

Berikut beberapa ciri internet sehat atau internet safety:

  • Melakukan logout setelah masuk ke jejaring media sosial atau akun pribadi. Contohnya melakukan logout setelah membuka email.
  • Mengaktifkan pengaturan privasi di akun pribadi. Contohnya memberi kata sandi di setiap aplikasi media sosial yang kita miliki agar sembarang orang tidak bisa membukanya.
  • Membuat susunan password yang rumit dan kuat. Artinya setiap password dari akun pribadi yang dimiliki sengaja dibuat sesulit mungkin agar tidak mudah dicuri atau dibajak. Selain itu, rutinlah mengganti password, misalnya sebulan sekali.
  • Menjelajahi informasi di internet dengan aman. Artinya tidak membuka web yang tidak dikenal atau link aneh yang justru bisa membuat informasi atau data pribadi dicuri. Bukalah situs yang telah dipercaya.
  • Menghapus history penelusuran internet. Tujuannya supaya orang lain tidak bisa mencari tahu apa yang dicari sebelumnya. Selain itu dengan menghapus history juga mencegah orang lain untuk mendapatkan informasi pribadi.
  • Meminimalisasi penggunaan free Wi-Fi. Artinya jika tidak mendesak jangan terlalu sering menggunakan wifi gratis, karena dikhawatirkan informasi pribadi bisa dicuri dengan mudah.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (11/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Nicholas Ramli (Analytics Specialist at Dentsu Merkle Jakarta), Firda Hariyanti (Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan ITS NU Pasuruan), Ganang Adityo Prakoso (Laboratorium Officer Business Hotel Management Binus University), dan Muhammad Umar (CEO CV. Sekoncoan Group) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.