Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Bojonegoro, (11/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Luana Yunaneva, S.I.Kom., CPS®, CHt., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu  Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc, M. Fakhrul Irfan Syah, Ulil Albab, Bagaskoro, S.Kom., MM dan Anelies Praramadhani (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Say No To Cyberbullying dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 762 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Bagaskoro adalah Saat ini banyak tempat umum yang menyediakan “wifi gratis”, seberapa aman kita menggunakan layanan tersebut terhadap kebocoran data kita? Apakah menggunakan data internet provider lebih aman dibandingkan menggunakan wifi?Bagaiman kita cek hp/laptop apakah terhubung dgn vpn itu aman atau tidak?

Bagaskoro menerangkan, “Kalau sudah telanjur kena hack dan kita kesulitan mendapatkan kembali data kita yang sudah bocor, tentu kita tidak dapat berbuat apa-apa. Seharusnya kita menjaga peralatan dan perilaku kita supaya aman dalam berinternet. Banyak sekali VPN yang ditawarkan memang, untuk itu kita harus cek dulu sebelum menggunakannya, apakah ada jaminan bagi penggunanya”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.