Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Jember, (11/11).

Acara dipimpin oleh Adelia Rahmawati Putri, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Dr. Dra. Sri Astutik, M.Si., DR. Devie Rahmawati, Sawitri Wulansari, S.Psi. MM., Pradipta Nugrahanto,  dan Bagus Yusron Amin (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Say No To Cyberbullying dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 129 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Dr. Dra. Sri Astutik, M.Si adalah bagaimana cara mengatasi trauma dari cyberbullying?

Sri Astutik menjelaskan, “Apabila terjadi secara psikologis bisa diyakinkan kembali dengan mencoba mengendalikan kepercayaan diri, jangan menjauhi dan membuat mentalnya semakin down. Diperlukan juga bantuan dari orang terdekat ataupun orang yang lebih paham dengan kondisi psikologis orang. Bisa juga mengalihkan kepada hobi yang lebih positif dan bermanfaat, boleh sekali untuk meminta pertolongan kepada pihak medis atas trauma yang kita rasakan”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251

kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.